PANGHULU







 KINI AMBO LINE BISA KONSULTASI LANGSUNG VIA YM

KEPENGHULUAN
MENJAWAT WARIS :
WARIS adalah suatu barang yg ditinggalkan oleh seorang yg sudah mati dan diterima oleh warisnya baik berupa harta pusaka tinggi, pusaka rendah ataupun gelarnya. Yg dikatakan menjawat waris adalah benar-benar waris penghulu. Ahli waris yg menjawat waris ini sako atau turunan namanya. Adapun turunan ada 2jenìsnya; Garis turunan dari bapak(patriarchaat)dan garis turunan dari ibu(matriarchaat). Adat Minangkabau yg menjawat waris ini ialah keturunan dari ibu sebab Minangkabau berbentuk matriarchaat. Jadi anak darì garis ibu yg menjadi ahli waris atau dinamakan kamanakan. Jika seorang penghulu meninggal maka kamanakan atau kaum sepersukuan yg sepayung dapat menjawat gelarannya sebab secara otomatis ia akan menguasai pula harta pusaka dari mamaknya. Tetapi bukan berarti ia boleh leluasa berbuat dgn harta pusaka itu sebab adapula ketentuannya. Harta ada pula jenisnya yaitu; Harta pusaka tinggi, pusaka rendah, harta pencarian, harta perseorangan, harta serikat dll.
PUSAKO DITOLONG :
Maksudnya pusaka yg dibesarkan turun-temurun seperti sudah diterangkan diatas. Pusaka tersebut ada 2 macam. Pertama ; Harta pusaka tidak berupa, yaitu Kata pusaka gelaran penghulu, dinamakan Kata pusaka tetap. Kedua ; Pusaka berupa, seperti : Sawah ladang, kebun rumah, tanah, tabek, dsb. Kedua jenis harta pusaka ini wajib dibesarkan oleh anak kamanakannya, gelar dijunjung dan dihormati serta harta pusaka diperbesar dan dikembangkan.
P E N G H U L U
Satinggi-tinggi malantiang, Mambubuang ka awang-awang, Suruiknyo ka tanah juo.
Sahabih dahan jo rantiang, Dikubak dikulik batang, Tareh pangubak barunyo nyato.
Penghulu adalah orang yg mempunyai budi pekerti, sopan santun, ramah-tamah, rendah hati. Karena penghulu contoh tauladan oleh anak kamanakan yg dipimpinnya. Seperti kata pepatah : Nan kuriak iyolah kundi, nan merah iyolah sago. Nan baiak iyolah budi, nan indah iyolah baso. Ajaran syarak pun mengatakan : Innama buishtu liutammima makarimal akhlaq. Artinya : Aku diutus oleh Tuhan untuk menyempurnakan budi pekerti manusia(Alhadits). Dalam pengetahuan adat Minangkabau, penghulu dibangsokan kepada 3 macam :1. Dibangsokan kapado syarak(Islam)
2. Dibangsokan kapado Hindu Sansekerta.
3. Dibangsokan kapado adat alam Minangkabau.
1. Penghulu yg dibangsokan kepada syarak(ajaran agama Islam):
Sabda Rasulullah saw ; Mansadda qaumuhu fiddunia wal akhirah fahuwa saidan, artinya : Orang yg memimpin kaumnya dari dunia sampai ke akhirat. Seorang penghulu berkewajiban dalam memimpin anak kemanakan kearah keselamatan dunia dan akhirat. Wayakmuruna bilmakruf wayanhauna anil munkar, artinya : Menyuruh berbuat baik, melarang yg mungkar. Karena setiap hasil pimpinan kita diatas dunia ini, akan dipertanggung jawabkan kepada Allah swt, nanti di Yaumil Mahsyar. Kullukum ra'in wakullu ra'in mas-ulun 'an raiyathihi. Setiap kamu adalah gembala, setiap kamu akan ditanya tentang apa yg kamu gembalakan.
Penghulu yg dibangsokan kapado Hindu Sansekerta : ialah setiap orang yg memimpin dan mengepalai pekerjaan yg baik di antara kaumnya, seperti manejer menjadi penghulu dalam perusahaannya, siayah menjadi penghulu dalam keluarganya, si ibu menjadi penghulu terhadap anak-anaknya, dll
Penghulu yg dibangsokan kepada adat alam Minangkabau :
Urang nan dianjuang tinggi diamba gadang, nan tajadi dek kato mufakat dalam lingkuangan cupak adat, nan sapayuang sapatagak. Dalam lingkuangan soko turun-tamurun, pusako jawek-bajawek. Yg berkewajiban memimpin anak kemanakan dan masyarakat, manuruik alua nan luruih, manampuah jalan nan pasa, mamaliharo harato pusako. Kusuik nan kamanyalasaikan, kok karuah nan kamanjaniahkan, takalok manjagokan, lupo maingekan, panjang nan kamangarek, singkek nan kamauleh, senteang nan kamambilai. Penghulu adalah orang biasa yg diangkat oleh ahli waris dalam kaumnya untuk menjabat gelar penghulu (soko) kaum tersebut dengan kata mufakat. Dan orang yg terpilih untuk menjabat penghulu di Minangkabau dipanggil "DATUAK",setelah memenuhi persyaratan menurut adat yg berlaku dalam daerah setempat, dan seluruh anggota kaum (ahli waris) serta orang lain mematuhi segala perintah, dan meninggalkan segala larangan yg telah dilarang oleh seorang penghulu. Pepatah mengatakan : Kamanakan barajo ka mamak, Mamak barajo ka panghulu, Panghulu barajo ka mufakat, Mufakat barajo ka nan bana, Bana badiri sandirinyo, Nan dimakan alua jo patuik. Adanya penghulu ini ialah dalam Lareh nan Duo, Luhak nan Tigo dahulunya. Tapi kamudian alam bakalebaran, anak buah bakambang, laweh diagiah pasibiran, panjang nan ado pangaretan, gadang nan pakai pangabungan. Walaupun dalam undang-undang adat disebutkan Luhak nan Bapanghulu, Rantau nan Barajo, tapi dalam pelaksanaan sehari-hari cara beraja-raja itu di dalam perkembangannya sudah berkurang, sehingga orang yg dahulunya sebagai raja didalam adat sekarang telah merupakan seorang penghulu dalam fungsinya sebagai pemimpin masyarakat.
Bila ingin tahu kelanjutan tentang Kepemimpinan Penghulu di dalam Adat buka saja file ini
LAREH NAN DUO
Didalamnya terdapat juga Martabat Penghulu, Sifat Penghulu, dan lainnya.
Syarat-syarat untuk Menjadi Penghulu
Disini juga terdapat hal-hal penting diantaranya Hutang atau Kewajiban Penghulu dan lain-lain





( RAJA MINANG )IWAPA












1136



 
SIFAT-SIFAT PENGHULU
Karena penghulu di Minangkabau untuk memelihara anak kamanakannya lahir dan bathin, moril dan materil, dunia-akhirat, maka seorang penghulu seharusnya melengkapi diri dengan sifat-sifat seorang pemimpin, yakni baik dan terpuji, karena penghulu adalah panutan, dan setiap pemimpin akan mempertanggung jawabkan kepemimpinannya kdpada Allah, maka sifat penghulu ada 4 macam ;
1. Siddik artinya penghulu itu bersifat benar.
2. Amanah artinya penghulu dipercaya lahir bathin.
3. Fathanah artinya penghulu itu cerdas (cadiak)
4. Tablig artinya penghulu itu penyampai.
PERSYARATAN UNTUK MENJADI PENGHULU
1. Balig berakal, 2. Burbudi baik, 3. Beragama Islam, 4. Dipilih oleh ahli waris menurut tali ibu (tali darah menurut adat sepakat ahli waris), nan salingkuang cupak, nan sapayuang sapatagak, 5. Mewarisi gelar soko, dan mempunyai harta pusaka, 6. Sanggup mengisi adat menuang limbago menurut adat nagari setempat. Badiri panghulu sepakat waris, badiri adat sepakat nagari. 7. Tidak terlibat partai, golongan terlarang di wilayah hukum Republik Indonesia. Dan ada juga syarat tambahan yg dibuat dengan kata mufakat, menurut adat nan taradat di nagari setempat.
HUTANG dan KEWAJIBAN PENGHULU
Dalam ajaran adat Minangkabau Hutang atau Kewajiban Penghulu ada 4 macam, 1. Manuruik alua nan luruih. 2. Manampuah jalan nan pasa. 3. Mamaliharo anak kamanakan. 4. Mamaliharo harato pusako.
Larangan dan pantangan Penghulu
Adapun larangan dan pantangan penghulu ialah: menjatuhkan kebiasaan kepada barang nan santoso, hilia malonjak, mudiak mangacau, mangusuik alam nan salasai, mangaruah aia nan janiah, mangubah lahia jo bathin, maninggakan siddiq jo amanah, bapaham bak kambianh dek ulek, kiri kanan mamacah parang. Barundiang bak sarasah tajun, mampunyoi sifat takabua, lobo jo tamak, dengki jo khianat. Sarato hambatan paham suatu nan dicinto nan di kahandaki dek urang banyak. Mamakai cobuah sio-sio. Dan mangarajakan doso gadang.
KESALAHAN BESAR PENGHULU
Kesalahan besar di dalam adat bagi seorang penghulu, ada 4 ialah :
1. Tapasuntiang di bungo kambang
Artinya menikahi wanita bersuami, dan atau wanita dalam masa iddah.
2. Tamandi di pincuran gadiang
Melakan perkawinan dalam korong kampung yg dipandang menurut adat, adalah kamanakannya, atau melakukan perbuatan jahat dengan anak kemanakan (muhrim) menurut Islam.
3. Takuruang di biliak dalam
Melakukan perbuatan zina (ajnabiah) dan diketahui oleh orang lain atau tertangkap basah.
4. Tapanjek dilansek masak
Melakukan pencurian, perampokan, pembunuhan, atau dosa besar lainnya.
Maka hukumnya bersifat ; Puntuang baambuih :
Diturunkan dari pangkeknyo,
Dijatuahkan dari kamuliaannyo,
Kok gadiang dipiyuah, Balangnyo dikikih.
Gadiang dipiyuah, balang dikikih, artinya ; diperhentikan secara tidak hormat dari jabatannya sebagai penghulu, dengan kata lain diluncuakan.
[ RAJA MINANG ]








984